Selasa, 15 Desember 2009

RISALAH SUJUD SAHWI

Oleh : Syaikh Muhammad Ibnu Sholih Al Utsaimin

Tidak jarang disaat kita melaksanakan sholat, baik dalam keadaan sholat, maupun sudah selesai salam, timbul rasa keraguan dalam hati kita. Keraguan tersebut bisa berupa lupa jumlah raka`at yang telah dikerjakan (tertambah ataupun terkurangi), lupa tasyahhud awal, ragu saat sholat sedang berada di raka`at keberapa dan lain sebagainya.
Dan bila hal ini terjadi pada kita, jangan risau maupun bingung. Beruntunglah bagi orang yang mencintai sunnah, yakni ahlussunnah wal jama`ah. Kenapa? Karena kita tidak perlu mengada-adakan sesuatu ataupun mengarang-ngarangnya seperti yang sering dilakukan ahlul bida`seperti kaum sufi, kaum syiah, tariqat-tariqat dan seluruh firqoh yang sesat dan menyesatkan diluar ahlul hadith, ahlussunnah waljama`ah. Sebab telah ada sunnah yang telah dicontohkan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam kepada kita tentang hal ini. Mau tahu…? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini:

Kasus 1
Apabila seseorang lupa dalam sholatnya, sehingga tertambah 1 kali ruku` atau 1 kali sujud atau 1 kali berdiri atau 1 kali duduk, maka orang tersebut harus meneruskan sholatnya sampai salam, untuk selanjutnya melaksanakan sujud sahwi (dua kali sujud), lalu salam kembali.
Contohnya:
Apabila seseorang melaksanakan sholat Dzuhur, kemudian dia berdiri untuk raka`at ke lima (ke-5), tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain, maka ia harus duduk kembali TANPA TAKBIR, lalu membaca tasyahhud akhir dan salam, kemudian ia sujud sahwi (dua kali sujud) lalu salam kembali.
# Bila orang tersebut mengetahuinya (tambahan tadi) setelah selesai sholat, maka ia tetap harus sujud sahwi dan salam kembali.

Kasus 2
Apabila seseorang salam sebelum sempurna sholatnya karena lupa, namun tidak lama berselang setelah salam tersebut tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain dengan catatan lama waktu ia teringat atau diingatkan tersebut kira-kira sama dengan lamanya dia sholat (mulai sholat sampai salam) maka ia harus menyempurnakan sholatnya yang tertinggal tadi kemudian salam dan setelah itu sujud sahwi (dua kali sujud) dan salam kembali.
Contohnya:
Apabila seseorang sholat Dzuhur, kemudian ia lupa dan langsung salam pada raka`at ke 3 (tiga), tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain, maka dia harus menyempurnakan raka`at ke 4 (empat) dan salam, lalu sujud sahwi (dua kali sujud) untuk seterusnya salam.

# Bila orang tersebut sadar akan kekurangan raka`atnya tersebut DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA, maka ia harus mengulang sholatnya dari awal.

Kasus 3
Apabila seseorang meninggalkaan tasyahhud awal atau kewajiban lainnya dalam sholat KARENA LUPA, maka ia harus sujud sahwi (dua kali sujud) sebelum salam. Dan hal ini menjadi tidak mengapa baginya. Namun jika ia ingat bahwa ia belum membaca tasyahhud awal tersebut atau kewajiban lainnya itu sebelum berobah posisi-nya, maka hendaklah ia tunaikan (tasyahhud awal atau kewajiban lainnya tersebut). Dan hal demikian menjadi tidak mengapa baginya.
Jika ia ingat setelah perubahan posisi tetapi sebelum sampai pada posisi yang berikutnya, hendaklah ia kembali ke posisi yang pertama untuk menunaikan tasyahhud awal atau kewajiban lainnya tersebut.
Contohnya:
Apabila seseorang lupa tasyahhud awal dan ia langsung berdiri ke raka`at ke 3 (tiga) dengan sempurna maka ia tidak boleh kembali duduk dan wajib atasnya sujud sahwi sebelum salam.

# Bila ia duduk tasyahhud tetapi lupa membaca tasyahhud, kemudian ingat sebelum berdiri, maka ia harus membaaca tasyahhud dan kemudian menyempurnakan sholatnya, TANPA SUJUD SAHWI.
# Demikian juga bila ia berdiri seblum tasyahhud kemudian ingat sebelum berdirinya sempurna, maka ia harus kembali duduk dan bertasyahhud untuk kemudian menyempurnakan sholatnya.

catatan:
Tetapi para `Ulama menyatakan bahwa ia harus tetap sujud sahwi dikarenakan ia telah menambah satu gerakan yakni bangkit ketika hendak berdiri ke raka`at ke 3. Wallahu a`lam

Kasus 4
Apabila seseorang ragu dalam sholatnya apakah telah 2 raka`at atau sudah 3 raka`at dan ia TIDAK MAMPU menentukan yang paling rojih (kuat) diantara keduanya maka ia harus membangun di atas yaqin JUMLAH YANG TERKECIL kemudian sujud sahwi sebelum salam dan setelah itu ia memberi salam.
Contohnya:
Apabila ia sholat Dzuhur dan ragu pada raka`at ke 2 (dua), apakah ini masih berada di raka`at ke 2 (dua) atau sudah ke 3 (tiga) dan ia tidak mampu menentukan yang paling rojih (benar) diantara keduanya maka ia harus memilih yang 2 (dua) raka`at (jumlah terkecil). Kemudian ia sempurnakan sisanya lalu sujud sahwi (dua kali sujud) sebelum salam kemudian setelah itu memberi salam.

Kasus 5
Apabila seseorang ragu dalam sholatnya, apakah telah 2 (dua) raka`at atau sudah 3 (tiga) raka`at, namun walaupun demikian, ternyata ia MAMPU untuk menentukan yang paling rojih (benar), maka ia harus membangun diatas yang diyakininya itu (apakah yang 2 raka`at ataupun yang 3 raka`at) kemudian ia sempurnakan hingga salam lalu ia sujud sahwi kemudian salam kembali.
Contohnya:
Apabila seseorang sholat Dzuhur, kemudian ia ragu pada raka`at ke 2; apakah ia masih dalam raka`at ke 2 atau sudah masuk raka`at ke 3. Namun kemudian timbul keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa ia berada pada raka`at ke 3 maka ia harus membangun sholatnya di atas keyakinannya itu (raka`at ke 3) lalu ia sempurnakan sholatnya hingga salam, kemudian ia sujud sahwi untuk selanjutnya salam kembali.

# Apabila keraguan datang kembali setelah ia selesai dari sholatnya, maka itu tidak dianggap atau ia tidak perlu memperdulikannya kecuali ia yakin sekali.
# Apabila ia sering ragu, maka keraguannya itu tidak dianggap atau ia tidak perlu memperdulikannya, karena itu hanyalah merupakan rasa was-was (dari syaiton).

Demikian penjelasan tentang sujud sahwi. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan sunnah ini.~

Sumber: dikutip dari Kitab “RASAA'IL FII AL WUDHU’ WAL GHUSLI WA ASH SHOLAH”
Penulis: Syaikh Muhammad Ibnu Sholih Al ’Utsaimin Rahimahullahu Ta`ala
Halaman: 36, 37, 38, Alih bahasa oleh Al Akh Dzakwan.

( http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=133 )
_____________________________

Tambahan :
Adapun doa sujud sahwi, tidak diketahui ada doa yang khusus pada sujud sahwi tersebut mungkin karena itu Imam Ibnu Qudamah berkata bahwa yang dibaca dalam sujud sahwi adalah sama dengan apa yang dibaca pada sujud sholat. [Al-Mughny 2/432-433. Wal ’Ilmu ‘Indallah].

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berkata: "Dan hendaklah dia membaca di dalam sujud (sahwi)nya apa yang dia baca di dalam sujud dalam shalat, karena sujud sahwi tersebut merupakan sujud yang disyari'atkan serupa dengan sujud di dalam shalat." [Al-Mughni II/432-433].

Abu Muhammad ibnu Hazm rahimahullah berkata: "Orang yang bersujud sahwi harus membaca dikedua sujudnya: "Subhana Rabbiyal A'la", berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Jadikanlah dia (bacaan itu) di dalam sujudmu!" [Al-Muhalla IV/170, Tahqiq Ahmad Muhammad Syakir].

Demikian pula jawaban Lajnah Ad-Daimah (Lembaga seperti MUI di Saudi 'Arabia), ketika menjawab pertanyaan yang berbunyi:
"Apakah yang dibaca di dalam sujud sahwi dan sujud tilawah?"
Jawabannya : Yang dibaca di dalam sujud sahwi dan sujud tilawah (adalah) apa yang dibaca di dalam sujud di dalam shalat, yaitu tasbih dan doa, karena sujud sahwi dan sujud tilawah itu adalah sujud yang disyari'atkan sebagaimana sujud dalam shalat."
[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah VII/149 no.5519; demikian juga hal:148 no.655].

Adapun bacaan :
Subhanalladzi Laa Yanaamu wa Laa Yashuu
Subhanalladzi Laa Yashuu wa Laa Yanaamu
BUKAN HADITS dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: "Aku tidak menemukan asalnya."
[Talkhisul-Habir Fi Takhriji Ahadits Ar-Rafi'i Al-Kabir, II/12].
Wallahu A'lam.

http://www.scribd.com/doc/18622518/Tata-Cara-Sujud-Sahwi

1 komentar:

  1. The design overhaul of the 200 square feet store includes custom black acrylic walls featuring the Prada Heritage logo in gold foil, specialized window fixtures that pay homage to the signature Prada Triangle, a sleek polished steel cash-wrap, custom floors, and extra mirrors with high polish silver framing.Along with the temporary re-design, Sunglass Hut associates received extensive training about the Prada brand and oakley sunglasses prescription lens the special styles offered at the concept store.Yeah, so basically Prada and Sunglass Hut went all out…from design to education, they have it covered. Their selections are honestly fabulous and trust me, you will find something there…whether or not you need a pair, you’ll walk out with one.Long gone are the days oakley fuel cell sunglasses of rings and watches being the best gifts players will receive as they prepare to play in their bowl games in 2014.While the top four teams will be for the ultimate prize, a national championship in the College Football Playoffs, the rest of the teams still have work to do, but their http://www.warbyparkersunglasshut.com bowl game is basically a reward for a successful season.
    Leading the way when it comes to tech advances in performance eyewear, apparel and wearable pieces of technology, Oakley has been on the cutting edge since 1975.So as we are just about to enter 2015, it's the perfect time to look back oakley radar and appreciate, and that is what we can do with OAKLEY, the new coffee table book that celebrates the 40th anniversary of Oakley's design and innovation.The 220 page coffee table book is published by Assouline, a global luxury publisher that knows what an important brand Oakley really is.OAKLEY showcases everything Oakley, from oakley holbrook the garage of founder, Jim Jannard, to the team behind one of the top sports tech brands in the world.Hard-bound and housed in a black rubber slipcase with the metal ellipse Oakley logo, readers will appreciate 200 awe inspiring images that honor Oakley.
    Oakley Polarized Given ($200) - propel into peak performance oakley frogskins and panache with these adorable aviators that are sure to help you

    BalasHapus