Senin, 09 November 2009

Tentang ASI

Saat buah hati ibu tumbuh dan berkembang di dalam kandungan, tubuh ibu memberinya antibodi melalui plasenta. Ini memberinya kekebalan pasif yang mampu melindungi janin ibu dari serangan penyakit selama masa kehamilan. Namun, begitu sang buah hati dilahirkan, ia tidak lagi mendapatkan suplai antibodi. Sementara itu sistem kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir belum bekerja secara sempurna. Karena itu, bayi sangat rentan terkena resiko infeksi pada tahun pertama hidupnya.
Menurut Professor Guido Moro dari Macedonis Melloni Maternity Hospital di Milan dua pertiga dari sistem kekebalan tubuh bayi ada di bagian perutnya, sehingga sangatlah penting untuk memperhatikan apa yang ia makan dan minum. Itulah sebabnya mengapa buah hati Ibu yang baru lahir sangat membutuhkan ASI terutama selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Sebagai makanan pertama si buah hati, ternyata ASI bukan hanya nutrisi sempurna untuk buah hati dan mendekatkan hubungan emosi antara ibu dan sang bayi, namun sekaligus memberi perlindungan karena ASI bermanfaat memperkuat imunitas alami bayi yang baru lahir.

Begitu banyak manfaat ASI untuk sang buah hati, sepuluh keajaibannya antara lain:

1.ASI memperkuat sistem kekebalan tubuh. Komponen utama pembangun sistem kekebalan tubuh pada ASI adalah prebiotik.

2.ASI menurunkan terjadinya resiko alergi.

3.ASI menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan.

4.ASI menurunkan resiko gangguan pernafasan, seperti flu dan batuk.

5.ASI kaya akan AA|DHA yang mendukung pertumbuhan kecerdasan anak.

6.ASI mengandung prebiotik alami untuk mendukung pertumbuhan flora usus.

7.ASI memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (dimana cuma ASI yang memilikinya).

8.Bayi-bayi yang diberikan ASI menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya resiko obesitas saat ia tumbuh besar kelak.


9.Bayi-bayi yang menerima ASI memiliki resiko lebih rendah dari penyakit jantung dan darah tinggi di kemudian hari


10.Menurut hasil penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis.


Cara Menyusui yang Baik

Posisi menyusui anak bisa dilakukan sambil duduk atau sambil berbaring. Bila anda memilih menyusui sambil miring ke kiri atau ke kanan, usahakanlah agar payudara anda tidak menutupi bayi, terutama bagian hidungnya. Bila anda memilih untuk menyusui sambil duduk, sebaiknya duduk sambil bersandar dan agar tidak pegal memegang bayi, taruhlah bantal di pangkuan anda, sehingga anda tidak perlu menyangganya. Sebelum menyusui, berbaringlah 10-15 menit, tenangkan pikiran anda. Perasaan marah, jengkel, atau tegang akan mempengaruhi produksi ASI, sehingga hanya keluar sedikit. ASI dibentuk di dalam kelenjar-kelenjar susu, jauh di dalam payudara, kemudian dibawa oleh saluran-saluran kecil ke tempat areola, yaitu lingkaran yang berwarna gelap di sekeliling luar puting. Karena itu, jika bayi hanya mengisap di puting saja maka tidak cukup banyak ASI yang keluar. Masukkan juga areola ke dalam mulutnya, sehingga dengan demikian tekanan gusinya akan mendorong timbunan ASI dalam areola ini ke arah puting. Sementara itu, saluran-saluran akan mengalirkan lagi ASI dari tempat pembentukannya di kelenjar ke dalam tempat penampungannya. Kalau hanya puting yang masuk mulut, bayi harus menghisap dengan kuat dan menyebabkan puting menjadi lecet. Dengan jari anda, bukalah mulutnya dan dorong gusi ke atas sehingga anda dapat memasukkan payudara lebih dalam lagi sampai areola tercakup mulut bayi.

Cara mengetahui bahwa anda telah menyusui dengan benar, yaitu:

* Mulut bayi anda terbuka lebar dan bibir terlipat ke luar
* Dagu dan hidungnya menempel payudara
* Bayi telah memasukkan sebanyak mungkin bagian areola ke dalam mulutnya
* Bayi menyusu dengan teratur dan mendalam, sebentar-bentar berhenti sesaat
* Bayi menelan susu yang diminum secara teratur
* Puting susu Anda merasa nyaman setelah beberapa kali pemberian susu pertama

Tanda-tanda belum menyusui bayi dengan benar:

* Kepala bayi Anda tidak lurus dengan badannya
* Bayi hanya menyusu pada putting susu Anda, tidak menyusu pada areola dengan puting susu masuk jauh ke belakang mulutnya
* Bayi menyusu dengan ringan, cepat dan gugup, tidak menyusu dengan sungguh-sungguh dan teratur
* Pipinya berkerut ke arah dalam atau Anda mendengar suara cik-cik
* Anda tidak mendengar bayi anda menelan secara teratur setelah produksi air susu meningkat

Apa yang dimaksud dengan mastitis?

Mastitis adalah infeksi yang disebabkan adanya sumbatan pada duktus (saluran susu) hingga puting susu pun mengalami sumbatan. Untuk menghambat terjadinya mastitis ini dianjurkan untuk menggunakan bra atau pakaian dalam yang memiliki penyangga yang baik pada bagian payudaranya. Pengurutan payudara sebelum laktasi merupakan salah satu tindakan yang sangat efektif untuk menghindari terjadinya sumbatan pada duktus. Usahakan untuk selalu menyusui dengan posisi dan sikap yang benar. Kesalahan sikap saat menyusui dapat menyebabkan terjadinya sumbatan duktus. Menggunakan penyangga bantal saat menyusui cukup membantu menciptakan posisi menyusui yang lebih baik.

Beberapa indikasi yang menunjukkan terjadinya mastitis: - Tiba-tiba muncul rasa gatal pada puting dan berkembang menjadi adanya rasa nyeri saat bayi menyusui - Timbulnya rasa demam dan kemerahan disekitar area hisapan dapat pula disebabkan mastitis. Sisi yang mengalami sumbatan duktus akan menunjukkan warna kemerahan dibandingkan daerah lainnya - Ibu merasakan gejala menyerupai flu seperti demam, rasa dingin sementara tubuh terasa pegal dan sakit. Cara mengurangi efek mastitis: - Untuk memperpendek durasi mastitis, segeralah tidur bila menduga adanya mastitis dan istirahatlah dengan benar - Konsumsi echinacea dan vitamin C untuk meningkatkan sistem imun dan membantu melawan infeksi - Kompres daerah yang mengalami sumbatan duktus dengan air hangat - Bantuan pancuran air hangat (shower hangat) untuk mandi, akan sangat membantu mempercepat menghilangkan sumbatan - Tetap berikan ASI kepada bayi, terutama gunakan payudara yang sakit sesering dan selama mungkin sehingga sumbatan tersebut lama-kelamaan akan menghilang - Lakukan pemijatan ringan saat menyusui juga sangat membantu.

Beberapa Kemungkinan Yang Muncul Pada Saat Menyusui

Malas minum dan segera jatuh tertidur beberapa menit setelah disusui Hal yang perlu diketahui adalah bahwa bayi menghabiskan persediaan ASI dalam areola dalam 5 menit saja. Jika bayi ini tidur selam 2-3 jam berarti dia sudah cukup minum. Paling menjengkelkan apabila ia segera bangun dan menangis saat ia diletakkan di tempat tidurnya. Kemungkinan besar ini disebabkan sistem syaraf dan sistem pencernaannya belum mampu bekerja dengan baik. Mungkin kelembutan pelukan dan usapan serta kehangatan tubuh ibu dan payudara di mulutnya, membuat bayi anda mengantuk dan segera tertidur waktu disusui. Setelah bayi agak besar, seiring dengan perkembangan sistem syaraf dan pencernaannya, maka mungkin ia akan lebih mudah menahan kantuknya sewaktu perutnya masih lapar. Bayi-bayi yang mendapat susu botol pun sering jatuh tertidur waktu diberi minum. Kemungkinan besar dotnya memiliki lubang yang terlalu kecil, sehingga sebelum isi botolnya sudah habis, bayi sudah mengantuk. Bayi yang menemukan bahwa hasil susah payah mereka waktu menghisap ASI tidak begitu banyak, akan mulai mengantuk dan tertidur kembali. Tipe pemberontak Jika menemukan bahwa ASI tidak mencukupi kebutuhannya, maka ia bisa berteriak-teriak, meronta-ronta menyentakkan kepalanya dari payudara ibu, kemauan mencoba menghisap lagi, mulai menangis berteriak-teriak lagi, dll. Ibu-ibu yang sedang menyusui anaknya, biasanya memiliki semacam refleks, yaitu ASI akan keluar begitu mereka mendengar bayinya menangis. Sebaliknya, perasaan cemas, gelisah,jengkel dan marah akan menyebabkan ASI berkurang bahkan sama sekali berhenti mengalir. Kalau saja ibu memahami mengapa bayi bersikap seperti di atas, ibu bisa mencari jalan untuk menenangkan dirinya sehingga ASI keluar lebih banyak dan bayi merasa puas. Tipe sangat santai Bayi ini mengantuk segera setelah ia mulai disusui dan tertidur sejenak, setelah itu ia mulai bangun lagi, menghisap lagi, dan mengantuk lagi, dan seterusnya. Jika pada akhirnya benar-benar tertidur dan menduga ia belum cukup minum, janganlah anda memaksanya untuk minum lagi dan membangunkannya lagi. Biarkanlah! sebab dengan memaksanya akan menyebabkan dia merasa jengkel dan ia akan bersikap acuh tak acuh setiap kali anda akan menyusuinya.


Sumber: NN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar